Sudah Banyak Software Tapi Operasional Bisnis Masih Kacau ? Mungkin Ini Penyebabnya !

data silo perusahaan

Pengelolaan beberapa sistem yang tidak saling terhubung akan membentuk data silo dan keterlambatan dalam analisis bisnis

Dalam operasional bisnis sehari-hari, banyak perusahaan masih mengandalkan beragam perangkat lunak atau software untuk menjalankan aktivitas dan proses kerja di berbagai divisi. Penggunaan berbagai macam software kan menciptakan hambatan dalam alur operasional bisnis. Karena tanpa konektivitas yang baik antar divisi, akan menyebabkan data silo. Data silo merupakan kondisi ketika data perusahaan tersimpan terpisah-pisah di setiap divisi dan tidak bisa diakses secara menyeluruh oleh pihak lain yang membutuhkan.

Menurut laporan Forbes Insights dan KPMG (2019), lebih dari 82% eksekutif perusahaan mengaku menghadapi tantangan dalam mengelola data yang tersebar di berbagai sistem, menyebabkan keterlambatan dalam analisis bisnis dan pengambilan keputusan yang tidak akurat. Data silo dapat muncul akibat perbedaan alat kerja, sistem lama yang tidak kompatibel, dan budaya kerja yang tidak mendorong kolaborasi lintas divisi. Ketika hal ini terjadi, pengambilan keputusan menjadi lambat dan tidak akurat karena manajemen tidak memiliki akses ke informasi secara menyeluruh dan real-time.

Efek Penggunaan Sistem Terpisah Antar Divisi

Ketika data tersebar di berbagai sistem dan tidak saling terhubung antar divisi, akan menjadi salah satu penghambat pertumbuhan bisnis secara signifikan : 

1. Inefisiensi Operasional

Sistem yang tidak saling terhubung menyebabkan proses kerja menjadi lambat dan tidak efisien. Tim harus melakukan input data berulang di berbagai aplikasi yang berbeda, selain membuang waktu juga meningkatkan risiko kesalahan.

2. Nilai Data Terbatas dan Pengambilan Keputusan Terganggu

Ketika data tersebar di berbagai sistem, pimpinan sulit memperoleh gambaran kondisi perusahaan secara menyeluruh dan real-time. Keputusan bisnis dapat berdasarkan data parsial, tidak konsisten, dan sudah kadaluarsa.

3. Kualitas Data Menurun

Duplikasi data antar sistem dan perbedaan input antar divisi menyebabkan inkonsistensi. Informasi yang tidak akurat akan merusak kepercayaan terhadap sistem dan berdampak terhadap integritas data.

4. Hambatan Inovasi dan Kolaborasi

Minimnya pertukaran ide dan informasi antar divisi dapat menghambat munculnya inovasi baru. Karena ketika data sulit diakses, kemampuan untuk bekerja secara kolaboratif menjadi terlambat dan juga setiap divisi lebih mementingkan tujuannya sendiri daripada tujuan keseluruhan organisasi.

5. Risiko Kepatuhan dan Keamanan Data

Sistem yang terpisah membuat kontrol keamanan data menjadi sulit dijalankan secara menyeluruh. Perusahaan kesulitan menerapkan kebijakan perlindungan data secara seragam. Sehingga berisiko terhadap penyalahgunaan data sensitif, pencurian data, dan pelanggaran aturan karena sulit mengelola data secara efektif.

Perbandingan Data Silo VS Sistem Terintegrasi

Berbagai tantangan yang muncul dari penggunaan sistem yang terpisah antar divisi dapat diatasi dengan pendekatan sistem terintegrasi seperti Enterprise Resource Planning (ERP). Berbeda dengan sistem silo, ERP dirancang untuk menyatukan semua proses bisnis dalam satu platform. Salah satu ERP yang populer digunakan oleh beberapa bisnis adalah Odoo. Berikut adalah perbandingan antara sistem terpisah dengan odoo ERP sebagai sistem terintegrasi : 

ASPEKSISTEM TERPISAH
(DATA SILO)
SISTEM TERINTEGRASI
(ODOO)
Pemusatan DataData tersebar di setiap divisi, tidak saling terhubung. Menyebabkan duplikasi dan inkonsistensi.Semua data perusahaan terpusat dalam satu sistem, menciptakan single source of truth untuk seluruh proses bisnis.
Efisiensi OperasionalProses lambat karena entri data manual dan workflow berantakan, menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya.Otomatisasi tugas rutin seperti invoice, gaji, laporan, hingga approval antar tim. Sehingga minim kesalahan.
Pengambilan KeputusanInformasi tidak lengkap membuat keputusan strategis menjadi lambat dan tidak presisi.Data dapat diakses secara real-time dan komprehensif, membantu pemimpin membuat keputusan berbasis data dengan cepat.
SkalabilitasSulit berkembang karena makin banyak aplikasi semakin kompleks pengelolaannya.Modul dapat ditambah atau dikurangi sesuai pertumbuhan perusahaan, baik kecil, menengah, maupun besar.
Akses ManajemenManajer harus membuka banyak sistem untuk memantau performa tiap divisi.Manajemen hanya perlu satu login untuk melihat keseluruhan bisnis melalui dashboard real-time yang terpusat.

Odoo menawarkan pendekatan modular, dimana perusahaan dapat mengelola seluruh operasional bisnis mulai dari HR, keuangan, penjualan, inventori dan lainnya menjadi satu sistem yang terpusat. Dengan adanya integrasi data secara menyeluruh, pimpinan dapat memperoleh informasi secara real-time, menghindari duplikasi data, dan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Manfaat Sistem Integrasi dengan Odoo

Untuk mengatasi masalah data silo dan operasional bisnis yang berjalan tidak sinkron, perusahaan perlu mengadopsi strategi integrasi yang terencana. Sistem ERP seperti odoo menjadi solusi utama karena mampu menghubungkan seluruh proses bisnis ke dalam satu platform dengan database terpusat. Berikut beberapa manfaat implementasi Odoo untuk bisnis : 

1. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Proses bisnis menjadi lebih sederhana dan otomatis, mengurangi kesalahan manual dan human error.

2. Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Akses cepat ke informasi yang akurat dan komprehensif memungkinkan manajemen membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat.

3. Meningkatkan Keamanan Data

Dengan data terpusat kontrol keamanan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh bisnis, mempermudah identifikasi masalah keamanan dan membatasi kesalahan jika terjadi insiden.

4. Menghemat Waktu dan Sumber Daya

Eliminasi duplikasi data dan otomatisasi tugas mengurangi pemborosan penyimpanan dan beban kerja.

5. Meningkatkan Daya Saing Bisnis

Perusahaan menjadi lebih gesit, inovatif, dan responsif terhadap perubahan pasar.

Dengan serangkaian manfaat tersebut, implementasi ERP Odoo bukan hanya sebagai pilihan, namun menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang di era digital. Meskipun penggunaan banyak perangkat atau software di tiap divisi dapat membantu secara parsial, hal itu tidak akan pernah menjamin kelancaran operasional jika data tetap terpisah dan sulit diakses lintas departemen.

Data silo adalah penghambat bagi efisiensi, kualitas data, dan kecepatan pengambilan keputusan. Sebaliknya, ERP Odoo memberikan solusi komprehensif dengan memusatkan semua operasional bisnis ke dalam satu aplikasi. Jangan biarkan silo data menghambat pertumbuhan bisnis adna, saatnya ERP Odoo menyatukan seluruh lini bisnis anda dalam satu platform yang terintegrasi. Hubungi learning partner HASH untuk memulai transformasi digital bisnis lebih optimal, transparan, dan berkelanjutan.