Investasi SIMRS Saja Tidak Cukup untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

ERP rumah sakit

Digitalisasi Rumah Sakit tidak hanya berhenti di SIMRS, dibutuhkan solusi pendukung untuk membentuk ekosistem layanan kesehatan yang sehat dan terukur.

Di Indonesia, hampir semua Rumah Sakit telah berinvestasi dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Hal ini sejalan dengan Permenkes No. 81 tahun 2013 yang mewajibkan setiap Rumah Sakit untuk mengimplementasikan SIMRS sebagai bagian dari upaya standarisasi dan transparansi pelayanan kesehatan. Namun seiring berkembangnya kebutuhan operasional, beberapa Rumah Sakit mulai melengkapi SIMRS dengan Enterprises Resource Planning (ERP).

ERP dirancang untuk menyatukan proses bisnis inti seperti manajemen keuangan, pengadaan, inventori, dan sumber daya manusia dalam satu sistem. Dengan ERP, manajemen dapat mengambil keputusan berbasis data yang lebih cepat dan akurat. Akan tetapi, tidak semua ERP mampu mengakomodasi kompleksitas khas Rumah Sakit karena setiap institusi memiliki skala layanan dan alur kerja yang berbeda. Sehingga penerapan ERP harus dipertimbangkan agar benar-benar menjadi penopang, bukan sekedar beban tambahan.

Alasan ERP Rumah Sakit Dibutuhkan

Meskipun Rumah Sakit sudah memiliki SIMRS, penerapan ERP tetap penting. ERP memberikan cakupan integrasi yang lebih luas dan mendalam di seluruh aspek operasional Rumah Sakit. Berikut adalah alasan utama mengapa ERP dibutuhkan sebagai solusi tambahan :

1. Integrasi Proses Bisnis Menyeluruh

SIMRS berfokus terhadap alur kerja klinis dan manajemen pasien. Namun, ERP dirancang untuk menyatukan berbagai fungsi penting dalam operasional layanan kesehatan secara holistik. Seperti manajemen pasien, pengelolaan inventaris medis, pengadaan alat dan obat, jadwal tenaga medis, dan pelaporan keuangan.

2. Manajemen Keuangan & Administrasi yang Lebih Mendalam

ERP secara khusus unggul dalam mengelola aspek keuangan dan administrasi Rumah Sakit secara terintegrasi. Hal ini mencakup proses akuntansi, penggajian, dan manajemen keuangan lainnya yang memungkinkan rumah Sakit mengurangi redudansi data.

3. Optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM)

Selain penjadwalan medis yang efisien (mungkin ada di beberapa SIMRS), ERP dapat mempermudah pengelolaan jadwal kerja staf medis dan non medis secara komprehensif dan juga memungkinkan penilaian kinerja staf yang lebih objektif.

4. Pengelolaan Inventaris dan Rantai Pasok yang Efisien

ERP berperan penting dalam pengendalian persediaan secara real-time, yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan obat dan perlengkapan medis. Sistem ini dapat memberi peringatan ketika stok mendekati kadaluarsa atau menipis. Sehingga pemesanan ulang bisa dilakukan tepat waktu.

5. Peningkatan Integritas Data & Pengambilan Keputusan

Salah satu keterbatasan SIMRS adalah data yang masih terfragmentasi di berbagai divisi. ERP hadir untuk menyatukan data klinis dan non klinis dalam satu ekosistem yang terpusat, dengan demikian, manajemen dapat menganalisis kinerja Rumah Sakit secara menyeluruh dan real-time.

6. Keamanan Data dan Kepatuhan Regulasi

Data kesehatan merupakan informasi sensitif yang wajib dijaga kerahasiaannya. ERP menyediakan mekanisme keamanan seperti kontrol akses berbasis peran, otorisasi berlapis, serta enkripsi data untuk melindungi informasi pasien. Selain itu, sistem ini memudahkan pembuatan laporan yang diperlukan guna memenuhi standar regulasi pemerintah. Dengan demikian, risiko pelanggaran maupun sanksi akibat ketidakpatuhan dapat diminimalkan.

ERP sebagai Pelengkap SIMRS

Peran SIMRS jelas penting untuk memenuhi kepatuhan regulasi dan mengatur administrasi medis. Demikian pula dengan ERP, yang menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi operasional dan manajemen bisnis internal, membantu Rumah Sakit menekan biaya mengoptimalkan sumber daya, dan memperkuat pengambilan keputusan manajerial.

Namun , penting dicatat bahwa penerapan ERP di Rumah Sakit harus disesuaikan dengan skala, kebutuhan dan kesiapan organisasi. Tanpa perencanaan yang matang, ERP berisiko menjadi beban tambahan yang justru mempersulit alur kerja. Sebaliknya dengan pendekatan yang tepat, ERP dapat menjadi penopang strategis yang melengkapi fungsi SIMRS dan mendorong digitalisasi Rumah Sakit secara menyeluruh.

Implementasi ERP sendiri dapat dilakukan bersama learning partner odoo Jawa Timur yaitu HASH yang memiliki pengalaman dalam membantu institusi kesehatan mengoptimalkan sistem manajemen terintegrasi sesuai kebutuhan Rumah Sakit.