20 Asset Management Software Terbaik untuk Bisnis di 2025

Ditulis oleh:

Daftar Isi
20 Asset Management Software Terbaik untuk Bisnis di 2025

Highlights

    • Manajemen aset yang masih bergantung pada spreadsheet menjadi sumber inefisiensi tersembunyi, karena rawan kesalahan, sulit diaudit, dan menghambat visibilitas nilai aset secara real-time.
    • Asset management software bukan sekadar alat pencatatan, tetapi pengendali siklus hidup aset, yang menentukan efektivitas biaya pemeliharaan, umur aset, dan akurasi perencanaan investasi.
    • Nilai terbesar asset management muncul saat sistem terintegrasi dengan keuangan, procurement, dan operasional, karena keputusan strategis bisnis sangat bergantung pada data aset yang akurat dan terpusat.

Pengelolaan aset yang rapi dan terintegrasi menjadi kunci efisiensi operasional di tengah pertumbuhan bisnis yang semakin kompleks. Mulai dari aset IT, mesin produksi, kendaraan, hingga properti, semua membutuhkan pencatatan, pemantauan, dan pengendalian yang akurat agar nilai aset tetap optimal sepanjang siklus hidupnya.

Di sinilah peran asset management software menjadi krusial. Sistem ini membantu perusahaan mengelola aset secara terpusat mulai dari pencatatan, pemeliharaan, depresiasi, hingga pelaporan tanpa harus bergantung pada spreadsheet manual yang rawan kesalahan. Dengan dukungan data real-time, pengambilan keputusan pun menjadi lebih cepat dan tepat.

Memasuki tahun 2025, kebutuhan akan solusi manajemen aset semakin meningkat seiring adopsi teknologi digital dan tuntutan efisiensi biaya. Artikel ini akan membahas apa itu asset management system, manfaat utamanya, serta daftar 20 asset management software terbaik yang banyak digunakan bisnis di Indonesia, lengkap dengan panduan memilih solusi yang sesuai.

Apa Itu Asset Management System?

Asset Management System (AMS) adalah sistem terintegrasi yang dirancang untuk mengelola seluruh siklus hidup aset perusahaan, mulai dari perolehan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan aset. Sistem ini memastikan setiap aset tercatat dengan baik, memiliki status yang jelas, dan dapat dipantau performanya secara berkelanjutan.

Dalam praktiknya, AMS tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan aset. Sistem ini juga membantu perusahaan mengontrol biaya perawatan, mengelola jadwal maintenance, memantau depresiasi, serta memastikan kepatuhan terhadap standar audit dan regulasi. Dengan demikian, risiko kehilangan aset, duplikasi data, atau pemborosan anggaran dapat diminimalkan.

Seiring berkembangnya teknologi, asset management system modern umumnya terintegrasi dengan modul lain seperti keuangan, procurement, dan inventory. Integrasi ini memungkinkan perusahaan mendapatkan visibilitas menyeluruh atas nilai aset dan dampaknya terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan.

Manfaat Asset Management Software

Penggunaan asset management software memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional. Dengan sistem terpusat, perusahaan dapat mengakses data aset secara real-time, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mempercepat proses pelaporan. Hal ini sangat membantu tim operasional dan manajemen dalam mengambil keputusan berbasis data.

Selain efisiensi, software manajemen aset juga membantu mengoptimalkan biaya. Perusahaan dapat memantau jadwal pemeliharaan secara proaktif, menghindari kerusakan besar akibat keterlambatan maintenance, dan merencanakan penggantian aset dengan lebih akurat. Studi industri menunjukkan bahwa pengelolaan aset yang baik dapat menekan biaya operasional hingga dua digit persentase.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan kepatuhan dan kontrol internal. Asset management software memudahkan proses audit, pelacakan histori aset, serta penerapan kebijakan penggunaan aset yang konsisten. Dengan sistem yang transparan dan terdokumentasi, perusahaan dapat mengurangi risiko operasional sekaligus menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Baca Juga : 7 Tahapan Software Development dari Awal sampai Launch (SDLC)

Daftar Asset Management Software Terbaik di Indonesia

Daftar Asset Management Software Terbaik di Indonesia

Memilih asset management software yang tepat menjadi langkah krusial bagi bisnis dalam menjaga akurasi data aset, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan yang lebih strategis. Berikut ini adalah daftar asset management software terbaik di Indonesia yang banyak digunakan oleh berbagai skala bisnis dan industri pada tahun 2025.

1. InvGate Assets

InvGate Assets merupakan software asset management yang fokus pada pengelolaan aset IT secara terpusat, mulai dari hardware, software, hingga lisensi. Platform ini membantu perusahaan melacak seluruh siklus hidup aset, dari proses pengadaan, penggunaan, hingga penghapusan aset, melalui satu dashboard yang terintegrasi.

Keunggulan utama InvGate Assets terletak pada fitur asset discovery dan pelaporan yang komprehensif. Tim IT dapat dengan mudah melakukan audit aset, mengidentifikasi perangkat tidak aktif, serta memastikan kepatuhan lisensi software tanpa proses manual yang memakan waktu.

Dalam konteks bisnis, InvGate Assets cocok digunakan oleh perusahaan yang memiliki infrastruktur IT berkembang dan membutuhkan kontrol aset yang rapi. Dengan visibilitas aset yang lebih baik, perusahaan dapat mengurangi risiko pemborosan anggaran IT dan meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang.

2. Ivanti IT Asset Management

Ivanti IT Asset Management dirancang untuk organisasi dengan kebutuhan manajemen aset IT yang kompleks dan berskala besar. Solusi ini membantu perusahaan mengelola aset, lisensi software, serta kepatuhan terhadap regulasi IT secara terstruktur dan otomatis.

Ivanti unggul dalam kemampuan integrasinya dengan sistem IT Service Management (ITSM). Hal ini memungkinkan tim IT menghubungkan data aset dengan incident management, change management, dan service request secara end-to-end.

Bagi perusahaan enterprise, Ivanti membantu menekan risiko compliance dan shadow IT. Dengan data aset yang akurat dan real-time, manajemen dapat mengambil keputusan strategis terkait investasi dan optimasi infrastruktur IT.

3. Total Asset Management

Total Asset Management menawarkan solusi pencatatan dan pengelolaan aset fisik serta non-fisik secara sistematis. Software ini membantu perusahaan mengontrol aset tetap, peralatan operasional, hingga jadwal pemeliharaan secara terpusat.

Sistem ini mendukung pencatatan nilai aset, depresiasi, serta histori penggunaan aset secara berkelanjutan. Dengan dokumentasi aset yang rapi, perusahaan dapat mempermudah proses audit dan pelaporan internal maupun eksternal.

Total Asset Management cocok untuk perusahaan yang ingin meningkatkan tata kelola aset tanpa kompleksitas sistem enterprise. Solusi ini sering digunakan oleh organisasi yang sedang bertransisi dari pencatatan manual ke sistem digital.

4. SAP Enterprise Asset Management

SAP Enterprise Asset Management (SAP EAM) merupakan solusi manajemen aset kelas enterprise yang terintegrasi penuh dengan ekosistem SAP. Sistem ini mendukung pengelolaan aset fisik, preventive maintenance, hingga perencanaan pemeliharaan jangka panjang.

SAP EAM memungkinkan perusahaan memantau performa aset secara menyeluruh dan terhubung langsung dengan modul keuangan, procurement, dan produksi. Integrasi ini membantu perusahaan memahami dampak aset terhadap biaya dan operasional bisnis.

Solusi ini sangat cocok untuk perusahaan besar di sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur. Dengan skalabilitas tinggi, SAP EAM mendukung pengelolaan ribuan aset kritikal secara konsisten dan aman.

5. Pulseway Asset Management

Pulseway Asset Management dikenal sebagai solusi monitoring aset IT berbasis real-time. Software ini memungkinkan tim IT memantau kondisi perangkat, server, dan endpoint dari satu dashboard terpusat, bahkan melalui perangkat mobile.

Keunggulan Pulseway terletak pada sistem notifikasi otomatis dan remote management. Tim IT dapat mendeteksi potensi gangguan lebih awal dan melakukan tindakan preventif sebelum berdampak pada operasional bisnis.

Pulseway cocok digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan respons cepat terhadap isu IT. Dengan pendekatan proaktif, perusahaan dapat meningkatkan reliability sistem dan meminimalkan downtime.

6. GoCodes Asset Management

GoCodes Asset Management memanfaatkan teknologi QR code dan GPS untuk melacak aset fisik. Sistem ini membantu perusahaan mengetahui lokasi, status, dan kondisi aset secara akurat, terutama untuk aset yang sering berpindah tempat.

Penggunaan QR code memudahkan proses inventarisasi dan audit aset di lapangan. Cukup dengan pemindaian, data aset langsung tercatat dan diperbarui di sistem secara real-time.

GoCodes sangat relevan untuk bisnis konstruksi, logistik, dan perusahaan dengan aset mobile. Solusi ini membantu mengurangi kehilangan aset dan meningkatkan kontrol operasional.

7. ManageEngine AssetExplorer

ManageEngine AssetExplorer adalah software asset management yang fokus pada pengelolaan aset IT dan software. Platform ini menyediakan fitur asset discovery otomatis, license management, dan pelaporan audit yang lengkap.

AssetExplorer membantu perusahaan menghindari risiko over-licensing maupun under-licensing software. Dengan data yang akurat, tim IT dapat mengoptimalkan penggunaan lisensi dan menekan biaya IT.

Solusi ini banyak digunakan oleh perusahaan menengah yang membutuhkan kontrol aset IT tanpa kompleksitas berlebih. Implementasinya relatif cepat dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

8. Sistem Catat Aset (SISCA)

SISCA merupakan aplikasi manajemen aset yang dikembangkan untuk kebutuhan organisasi di Indonesia. Sistem ini membantu pencatatan aset secara digital, terpusat, dan mudah digunakan.

SISCA mendukung pencatatan aset tetap, inventaris kantor, serta pelaporan aset secara periodik. Pendekatan yang sederhana membuat sistem ini mudah diadopsi oleh pengguna non-teknis.

SISCA cocok untuk instansi pendidikan, lembaga pemerintahan, dan organisasi yang membutuhkan sistem pencatatan aset yang patuh regulasi lokal.

9. Panda Asset Management

Panda Asset Management menggabungkan pengelolaan aset dengan pendekatan keamanan IT. Sistem ini membantu perusahaan memantau aset sekaligus mengidentifikasi potensi risiko keamanan.

Dengan visibilitas yang lebih baik, perusahaan dapat mengurangi risiko aset tidak terkelola atau disalahgunakan. Hal ini penting terutama bagi organisasi yang menangani data sensitif.

Panda Asset Management cocok untuk perusahaan yang memprioritaskan keamanan dan kontrol aset IT dalam satu platform terintegrasi.

10. Gamatechno Asset Management

Gamatechno Asset Management banyak digunakan di sektor pendidikan, pemerintahan, dan BUMN. Sistem ini dirancang untuk mendukung tata kelola aset yang transparan dan terdokumentasi.

Platform ini membantu organisasi memantau status aset, jadwal pemeliharaan, dan laporan penggunaan aset secara sistematis. Hal ini mempermudah proses audit dan pengawasan internal.

Dengan pengalaman di sektor publik, Gamatechno menjadi pilihan bagi organisasi yang membutuhkan sistem manajemen aset yang stabil dan sesuai standar nasional.

11. AsetKita

AsetKita merupakan solusi manajemen aset yang ringan dan mudah diimplementasikan. Sistem ini membantu organisasi mencatat dan memantau aset tanpa proses setup yang kompleks.

AsetKita cocok untuk UMKM dan bisnis berkembang yang baru memulai digitalisasi aset. Dengan sistem yang sederhana, perusahaan dapat meningkatkan kerapian data sejak awal.

Solusi ini membantu bisnis membangun fondasi manajemen aset yang lebih tertib sebelum beralih ke sistem yang lebih kompleks.

12. Odoo Asset Management

Odoo Asset Management merupakan modul ERP yang terintegrasi dengan accounting dan maintenance. Modul ini membantu perusahaan mengelola aset tetap, depresiasi, dan nilai buku aset secara otomatis.

Keunggulan utama Odoo ERP terletak pada fleksibilitas dan integrasi end-to-end dengan proses bisnis lain. Data aset dapat langsung memengaruhi laporan keuangan dan perencanaan operasional.

Odoo cocok untuk perusahaan yang ingin mengelola aset sebagai bagian dari sistem ERP terpadu, bukan sebagai aplikasi terpisah.

13. HxGN Enterprise Asset Management (Hexagon)

HxGN EAM dari Hexagon dirancang untuk industri dengan aset bernilai tinggi dan kritikal. Sistem ini fokus pada reliability, maintenance, dan optimasi performa aset.

Dengan fitur predictive maintenance, perusahaan dapat mengurangi downtime dan meningkatkan umur aset. Data historis dan analitik membantu pengambilan keputusan yang lebih presisi.

Solusi ini banyak digunakan di sektor manufaktur berat, energi, dan infrastruktur skala besar.

14. Reftab Asset Management

Reftab Asset Management menawarkan solusi pengelolaan aset IT yang sederhana namun efektif. Sistem ini membantu melacak perangkat, lisensi, dan jadwal pemeliharaan dengan mudah.

Pendekatan Reftab lebih praktis dan cepat diimplementasikan. Hal ini cocok untuk perusahaan yang membutuhkan visibilitas aset tanpa proses panjang.

Reftab sering dipilih oleh organisasi yang ingin meningkatkan kontrol aset IT secara cepat dan efisien.

15. Bridgenr Asset Management

Bridgenr Asset Management menonjol dalam visualisasi dan analitik data aset. Sistem ini membantu manajemen melihat kondisi aset secara strategis melalui dashboard interaktif.

Dengan insight berbasis data, perusahaan dapat merencanakan investasi dan pemeliharaan aset secara lebih akurat. Hal ini membantu pengambilan keputusan jangka panjang.

Bridgenr cocok untuk perusahaan yang menjadikan data sebagai dasar utama strategi pengelolaan aset.

16. IBM Maximo Asset Management

IBM Maximo merupakan solusi enterprise-grade untuk manajemen aset kompleks. Sistem ini mendukung pengelolaan aset, pemeliharaan, dan integrasi dengan sistem operasional lainnya.

Maximo dikenal andal dalam menangani aset kritikal dan skala besar. Banyak digunakan di sektor energi, utilitas, dan manufaktur besar.

Dengan pendekatan lifecycle management, IBM Maximo membantu perusahaan memaksimalkan nilai aset sepanjang umur penggunaannya.

17. Align Enterprise Asset Management

Align EAM menawarkan solusi manajemen aset yang seimbang antara fungsionalitas dan kemudahan penggunaan. Sistem ini mendukung pengelolaan aset lintas departemen.

Align EAM membantu perusahaan menjaga konsistensi data aset dan proses pemeliharaan. Dashboard yang informatif memudahkan monitoring dan pelaporan.

Solusi ini cocok untuk organisasi yang ingin meningkatkan kontrol aset tanpa kompleksitas sistem berat.

18. Snipe-IT

Snipe-IT adalah software asset management open-source yang populer di kalangan startup dan tim IT. Sistem ini memungkinkan pelacakan aset hardware dan software secara fleksibel.

Karena bersifat open-source, Snipe-IT dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan organisasi. Namun, dibutuhkan tim IT internal untuk pengelolaannya.

Snipe-IT cocok untuk perusahaan yang menginginkan kontrol penuh atas sistem aset tanpa biaya lisensi tinggi.

19. Freshservice Asset Management

Freshservice Asset Management mengintegrasikan pengelolaan aset dengan IT Service Management. Sistem ini menghubungkan data aset dengan incident dan service request.

Dengan pendekatan ini, tim IT dapat bekerja lebih efisien dan terkoordinasi. Setiap masalah dapat ditelusuri langsung ke aset terkait.

Freshservice cocok untuk perusahaan yang ingin menyatukan manajemen aset dan layanan IT dalam satu platform.

20. Toolsense Asset Management

Toolsense Asset Management fokus pada pengelolaan aset berbasis IoT. Sistem ini memungkinkan monitoring kondisi aset operasional secara real-time.

Dengan data sensor, perusahaan dapat melakukan pemeliharaan prediktif dan mengurangi downtime. Hal ini sangat relevan untuk industri manufaktur dan operasional.

Toolsense membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan keandalan aset melalui pendekatan data-driven.

Cara Memilih Asset Management Software yang Tepat untuk Bisnis

Memilih asset management software harus dimulai dari pemahaman kebutuhan bisnis dan jenis aset yang dikelola. Perusahaan dengan fokus IT akan membutuhkan fitur berbeda dibanding organisasi dengan aset fisik seperti mesin atau kendaraan. Menentukan ruang lingkup sejak awal akan membantu mempersempit pilihan solusi.

Selain fitur, skala bisnis dan kesiapan tim internal juga perlu dipertimbangkan. Solusi enterprise menawarkan kapabilitas lengkap, namun membutuhkan investasi dan sumber daya yang lebih besar. Sebaliknya, software yang lebih ringan bisa menjadi langkah awal digitalisasi bagi UMKM.

Terakhir, pertimbangkan aspek integrasi dan pengembangan jangka panjang. Software yang dapat terintegrasi dengan sistem lain seperti ERP, keuangan, atau procurement akan memberikan nilai lebih dalam jangka panjang dan mendukung pertumbuhan bisnis.

Konsultasikan Implementasi Asset Management Anda pada Kami

Pengelolaan aset yang efektif tidak hanya bergantung pada software, tetapi juga strategi implementasi yang tepat. Setiap bisnis memiliki kebutuhan dan kompleksitas berbeda, sehingga pemilihan dan penerapan asset management software perlu disesuaikan dengan proses internal.

PT Hash Rekayasa Teknologi membantu perusahaan merancang dan mengimplementasikan solusi asset management yang terintegrasi dengan sistem bisnis yang sudah ada. Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis kebutuhan, kami membantu memastikan sistem yang diterapkan benar-benar memberikan nilai bagi operasional.

Jika Anda sedang mempertimbangkan penerapan atau optimalisasi asset management software, konsultasi dengan partner atau jasa software development yang tepat akan membantu menghindari kesalahan implementasi dan memaksimalkan investasi teknologi Anda.

Baca Juga : Apa itu Software Testing? Pengertian, Jenis, dan Prosesnya

Bagikan artikel
Picture of Septian Bagus Widyacahya

Septian Bagus Widyacahya

Bagi sedikit informasi biografi untuk mengisi profil Anda. Ini akan ditampilkan kepada publik.

Artikel Terkait